Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Belanda resmikan ladang turbin angin terbesar di dunia

Belanda resmikan ladang turbin angin terbesar di dunia

Belanda resmikan ladang turbin angin terbesar di dunia

Den Haag - Para pejabat Belanda pada Senin (8/5) meresmikan ladang turbin angin lepas pantai terbesar di dunia, dengan 150 turbin berputar jauh di luar Laut Utara. 

Dalam 15 tahun ke depan, ladang turbin angin Gemini, yang berada sekitar 85 kilometer di lepas pantai utara Belanda, akan memenuhi kebutuhan energi bagi sekitar 1,5 juta warga. 

Secara keseluruhan, ladang turbin tersebut memiliki kapasitas membangkitkan listrik sekitar 600 megawatt, dan akan membantu memasok energi terbarukan bagi sekitar 785 ribu rumah tangga di Belanda menurut pernyataan perusahaan. 

"Kami sekarang secara resmi dalam tahap operasional," kata direktur pelaksana perusahaan Matthias Haag kepada AFP saat upacara peresmian proyek yang pertama dirintis tahun 2010 itu.

Proyek bernilai 2,8 miliar euro itu merupakan kolaborasi antara perusahaan energi terbarukan mandiri Kanada bernama Northland Power, produsen turbin angin Siemens Wind Power, kontraktor maritim Belanda Van Oord dan perusahaan pemrosesan limbah HVC.

Haag mengatakan proses pembangunannya "cukup rumit", khususnya karena ladang angin itu berada relatif jauh dari pesisir sehingga membutuhkan banyak logistik.

Gemini akan menyumbangkan sekitar 13 persen dari total pasokan energi terbarukan negara itu, dan sekitar 25 persen dari hasil pembangkit listrik tenaga anginnya.

Ladang turbin angin itu juga akan membantu mengurangi emisi karbon dioksida, gas rumah kaca yang disebut sebagai salah satu penyebab pemanasan global, hingga 1,25 juta ton menurut perusahaan.

Belanda masih bergantung pada bahan bakar fosil, yang masih mencakup sekitar 95 persen dari pasokan energinya menurut laporan 2016 dari Kementerian Urusan Ekonomi.

Namun pemerintah Belanda berkomitmen memastikan bahwa sekitar 14 persen dari energinya berasal dari sumber terbarukan seperti angin dan surya pada 2020, dan 16 persen pada 2023, dengan sasaran menjadi karbon netral pada 2050.

Gemini "terlihat sebagai batu loncatan" di Belanda, dan telah "menunjukkan bahwa proyek yang sangat besar bisa dibangun tepat waktu, dan ini sangat aman bagi lingkungan," kata Haag. (ab)
Ilmuwan catat kematian karang terbesar di Great Barrier Reef

Ilmuwan catat kematian karang terbesar di Great Barrier Reef

Ilmuwan catat kematian karang terbesar di Great Barrier Reef

Sydney - Lautan hangat di sekeliling Great Barrier Reef, Australia, telah membunuh dua pertiga dari bentangan karang 700 kilometer tersebut dalam sembilan bulan terakhir, kematian karang terburuk yang pernah tercatat di situs Warisan Dunia itu menurut para ilmuwan yang menyurvei terumbu karang itu pada Selasa.

Temuan mereka mengenai kematian terumbu karang utara itu menjadi pukulan besar bagi pariwisata di terumbu karang yang menurut laporan Deloitte Access Economics tahun 2013 telah menarik pembelanjaan dana sekitar 5,2 miliar dolar Australia (3,9 miliar dolar AS) setiap tahun.

"Karang pada dasarnya seperti dimasak," kata profesor Andrew Baird, seorang peneliti di James Cook University yang menjadi bagian dari survei terumbu karang, kepada kantor berita Reuters lewat telepon dari Townsville di wilayah tropis utara Australia.

Dia mengatakan bahwa kematian karang itu "hampir pasti" merupakan yang terbesar yang pernah dicatat di manapun karena ukuran Barrier Reef, yang luasnya 348.000 kilometer persegi, merupakan terumbu karang terbesar di dunia.

Pemutihan terjadi ketika air air terlalu hangat, memaksa karang mengusir alga hidup dan menyebabkan karang mengapur dan menjadi putih.

Pemutihan ringan koral bisa pulih jika temperatur turun dan survei mendapati ini terjadi di bagian selatan terumbu karang, tempat tingkat kematian karang jauh lebih rendah.

Meski ada pemutihan yang terjadi secara alami, para ilmuwan khawatir peningkatan suhu laut akibat pemanasan global memperbesar kerusakan, membuat ekosistem peka di bawah laut tidak bisa pulih.

Komite Warisan Dunia UNESCO tidak lagi semacam menempatkan Great Barrier Reef dalam daftar "dalam bahaya" pada akhir Mei namun meminta pemerintah Australia menyampaikan kemajuan upaya penyelamatan terumbu karang tersebut.

Australia akan mengajukan perbaruan itu pada Jumat menurut juru bicara Kementerian Lingkungan Josh Frydenberg. 

Pada Juni, selama masa kampanye pemilihan umum, Perdana Menteri Malcolm Turnbull menjanjikan dana satu miliar dolar Australia untuk melindungi terumbu karang.

Para ilmuwan iklim berpendapat peningkatan karbon dioksida di atmosfer menjebak panas yang memancar dari Bumi, menciptakan pemanasan global.

Australia adalah salah satu pembuang karbon per kapita terbesar karena ketergantungannya pada pembangkit listrik berbahan bakar batu bara.

"Perubahan iklim membunuh Great Barrier Reef," kata ahli lingkungan Charlie Wood, direktur 350.org, satu gerakan anti bahan bakar fosil.

"Penambangan dan pembakaran batu bara, minyak dan gas secara berlanjut merupakan kerusakan yang tidak bisa diperbaiki lagi pada iklim. Jika kita ingin anak-anak kita menikmati Great Barrier Reef hingga generasi selanjutnya, kita harus bertindak sekarang untuk menjaga bahan bahan fosil tetap berada di dalam tanah," kata Wood dalam satu pernyataan yang dikirim lewat surel kepada kantor berita Reuters.




Reff : Antara

Rencana pengurangan emisi Indonesia jadi sorotan

Rencana pengurangan emisi Indonesia jadi sorotan

Rencana pengurangan emisi Indonesia jadi sorotan

Jakarta - Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 20 ribu megawatt (MW) yang menggunakan bahan bakar batubara membuat rencana pengurangan emisi Indonesia menjadi sorotan dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB di Marakesh, Maroko.

Kepala kampanye iklim dan energi Greenpeace Indonesia Hindun Mulaika di Jakarta, Kamis, mengatakan Greenpeace Indonesia menyambut baik pernyataan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dalam pidato perubahan iklimnya di Marakesh, Maroko, Rabu (16/11), yang mengakui pentingnya peran hutan dan energi.

Namun, menurut dia, Greenpeace Indonesia menekankan rencana pengurangan emisi Indonesia masih sangat lemah dengan masih mengalokasikan lebih dari 20.000 megawatt untuk PLTU batubara dari total rencana pembangunan 35.000 MW.

Target untuk energi terbarukan yakni 23 persen pada 2025 dan 31 persen pada 2030, menurut dia, tidak akan tercapai dengan paradigma dan kebijakan saat ini.

"Tidak ada dorongan untuk pengembangan energi terbarukan, bahan bakar fosil masih disubsidi dan lobi industri batubara memberikan pengaruh berbahaya dalam cara berpikir pemerintah Indonesia," ujar dia.

Pengembangan bahan bakar fosil harus dihentikan sekarang. Tidak ada ruang lagi untuk PLTU batubara, namun sayangnya Indonesia masih terus berinvestasi dalam industri kuno yang mematikan, mengancam kualitas udara, kesehatan rakyat Indonesia dan masa depan planet ini, ujar Hindun.

Ia mengatakan rencana pemerintah bahwa paling tidak 25 persen sumber energi akan berasal dari batubara selambat-lambatnya pada akhir 2050 mungkin akan menjadi sekedar rekaan. Dengan kebijakan saat ini, jumlah PLTU batubara akan jauh lebih banyak dari itu.


"Rencana energi Indonesia adalah catatan bunuh diri bagi planet kita," ujar Hindun.
Kongres Kehutanan Indonesia digelar akhir 2016

Kongres Kehutanan Indonesia digelar akhir 2016

Kongres Kehutanan Indonesia digelar akhir 2016

Jakarta  - Kongres Kehutanan Indonesia (KKI) ke VI yang merupakan ajang berkumpulnya para pemerhati kehutanan Tanah Air akan digelar pada 30 November-2 Desember 2016 di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta.

KKI VI merupakan kegiatan lima tahunan yang digelar oleh Dewan Kehutanan Nasional (DKN). Kendati telah digelar sejak 1956, kongres tersebut tidak berjalan lancar karena baru kembali digelar pada 1990, 2001, 2006 dan 2011 lalu.

"KKI VI ini merupakan arena berkumpulnya para rimbawan Indonesia untuk membahas segala masalah kehutanan juga sejumlah bidang terkait," kata Ketua Presidium DKN Agus Justianto dalam jumpa pers di Jakarta, Senin petang.

Kegiatan KKI VI yang mengambil tema "Reposisi Kehutanan Indonesia Menuju Terlaksananya Tata Kelola Kehutanan yang Baik" akan didahului oleh rangkaian kegiatan prakongres yang akan digelar di tujuh wilayah, yakni Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Ada pun isu-isu yang akan dibahas dalam kegiatan prakongres di sejumlah wilayah antara lain Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), optimalisasi tata kelola dan gerakan nasional penyelamatan sumber daya alam, pemberdayaan dan resolusi konflik, kebakaran lahan dan hutan, restorasi ekosistem dan gambut, bisnis kehutanan dan SVLK (sistem verifikasi legalitas kayu), masyarakat adat, serta perubahan iklim (REDD+).

"Dengan pembahasan berbagai isu itu, hasil yang kami harapkan adalah rekomendasi yang diharapkan bisa disampaikan kepada pemerintah. Terlebih DKN merupakan mitra pemerintah untuk memberi masukan konstruktif dan konkret soal isu kehutanan," jelasnya.

Agus menuturkan, DKN merupakan lembaga yang dibentuk sejalan dengan UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan yang menyebutkan bahwa masyarakat berhak menikmati kualitas lingkungan hidup yang dihasilkan hutan dan turut berperan serta dalam pengelolaan hutan.

"Dalam UU 41/1999 ini, disebutnya sebagai mitra pemerintah yaitu forum pemerhati kehutanan dan keterlibatan publiknya tercermin dari keanggotaan presidium dari kalangan pemerintah, bisnis, masyarakat, LSM, akademis serta dari regional (wilayah)," katanya.

Agus menambahkan, dalam rangkaian kegiatan KKI VI nanti, akan ada pemilihan anggota presidium DKN untuk periode selanjutnya sebagai puncak acara.

"Puncaknya nanti ada pemilihan anggota presidium. Ada pun kegiatan kali ini merupakan hajatannya anggota presidium periode 2011-2016," ujarnya. 
Slovenia negara terbaik menjaga lingkungan hidup

Slovenia negara terbaik menjaga lingkungan hidup


London - Sebuah wadah pemikir (think tank) melaporkan Slovenia merupakan negara terbaik di dunia yang mampu menjaga lingkungannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Slovenia jadi negara terbaik dunia menjaga lingkungan hidupPerlindungan alam berdampak positif terhadap kesejahteraan suatu negara, katanya.

Kajian Legatum Institute, "think tank" asal London ikut mengamati peran pemerintah mengurangi tingkat pencemaran, menjaga keanekaragaman hayati, dan membatasi eksploitasi sumber daya alam. Ketiga faktor itu menjadi bahan perhitungan indeks kesejahteraan yang dibuat tiap tahun.

"Perlindungan terhadap alam berdampak positif terhadap lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan menyenangkan. Hal itu terhubung dengan kesejahteraan masyarakat," kata Alexandra Mousavizadeh, direktur Legatu Institute.

Indeks kesejahteraan itu disiarkan di tengah tingginya upaya negara-negara dunia menanggulangi dampak perubahan iklim dan meningkatkan tingkat pertumbuhan berkelanjutan.

Negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September tahun lalu menetapkan target yang cukup ambisius, diantaranya mengakhiri kemiskinan, melindungi alam, dan memastikan kesejahteraan untuk semua pada 2030.

Setidaknya 200 negara sepakat untuk menjaga suhu bumi tetap atau di bawah dua derajat Celsius demi mengurangi dampak pemanasan global, sesuai dengan perjanjian Paris, Desember lalu.

Indeks Legatum Institute menghitung tingkat kesejahteraan 149 negara tidak hanya dari pendapatannya, tetapi juga ditambah faktor lain seperti pendidikan, kebebasan pribadi, dan keamanan serta kenyamanan yang dirasakan penduduk saat hidup berdampingan dengan tetangganya.

Selandia Baru menempati urutan teratas pada indeks tahun ini, diikuti dengan Norwegia. Sementara itu, Slovenia menjadi negara yang paling berdedikasi menjaga lingkungan hidupnya.

Pencapaian itu tampaknya didukung kebijakan lingkungan Slovenia yang cukup "agresif" dalam beberapa dasawarsa terakhir, diantaranya termasuk menetapkan lahan lindung dalam skala besar baik di daratan maupun lautan, kata lembaga itu.

"Slovenia merupakan negara yang memiliki tingkat keragaman hayati tinggi dalam satu wilayah kecil," kata Kementerian Lingkungan Slovenia.

"Perlindungan terhadap alam merupakan inti dari kepentingan dan identitas nasional".

Pembangunan sejumlah taman nasional dapat meningkatkan kesehatan dan kebahagiaan masyarakat, sekaligus meningkatkan pendapatan di bidang pariwisata sehingga ikut berdampak positif terhadap tingkat kesejahteraan secara keseluruhan, kata Harriet Maltby, ketua riset bidang kebijakan publik Indeks Kesejahteraan lembaga tersebut.

Indeks baru itu mengecam negara dengan pertumbuhan cepat seperti China dan India yang mengorbankan kualitas udara demi mengurangi kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan ekonominya.